Berbagi Bersama Menjadi Hidup Lebih Bermakna

Mengenal Lapangan Bola Bojong-Karangsinom

   
Lapangan Bola Bojong-Karangsinom
    Bojong merupakan nama blok atau tempat yang tidak hanya dimiliki daerah daerah lain di Indonesia karena nama bojong juga ada didaerah karanganyar - Karangsinom tepatnya di Jln pertamina Bojong- Karangsinom blok.3
    Bojong identik dengan nama blok pengeboran pertamina yang ada di desa karanganyar selain blok pertamina bojong ada beberapa blok/tempat pengeboran pertamina didesa Karanganyar ada  pertamina susukan ada blok pertamina groyok blok pertamina nambo dan masih banyak lagi.
    Diblok Pertamina bojong inilah lapangan bola ini dibangun persis bersebelahan dengan tempat pengeboran pertamina bojong tepatnya tahun 2013 dan resmi bisa dipergunakan ditahun 2014 dengan menggunakan nama "Lapangan Bola Bojong"  dengan menggunakan tanah persawahan desa atau tanah titisara.
    20 tahun yang lalu sebenarnya tanah persawahan ini sudah menjadi lapangan bola namun sifatnya hanya musiman musim kemarau saja atau habis musim panen sadon setelah musim rendeng tiba tanah ini dipergunakan kembali untuk persawahan untuk ditanam padi kembali. Namun pada tahun 2014 tanah seluas kurang lebih 2 hektar ini resmi dibikin lapangan bola permanen dengan pengarugan tanah setinggi kurang lebih 50cm dan sisanya dibangun empang lele.
    Selang tiga tahun lapangan yang awalnya memiliki ukuran sekitar 60 x 90m ini diperlebar menjadi 105.m x 72.m dengan ukuran gawang Lebar 7,32 m dan tinggi 2,44 m  berkat bantuan dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) diarug kembali dengan menggunakan tanah merah diatasnya dan disisinya dibuat bench pemain.
    Pemerintah Desa Karanganyar terus berkomitmen untuk terus membangun menata dan memperbaiki lapangan bola Bojong ini sampai benar benar bagus dan rata sesuai dengan standar lapangan bola pada umumnya.
    Dikawasan seluas 2 hektar ini juga sudah dibangun Bank sampah serta tempat pengolahannya. (Sayi78)

Related Posts:

0 Response to "Mengenal Lapangan Bola Bojong-Karangsinom"