Berbagi Bersama Menjadi Hidup Lebih Bermakna

Cimanuk Meluap, PDAM Krisis Air Baku


Tingkat kekeruhan naik 15 kali lipat
     INDRAMAYU - Hujan yang terus mengguyur dan berdampak pada meningkatnya debit air sungai Cimanuk,kondisi ini membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu kesulitan dalam mengolah air baku. "Tingkat kekeruhan air baku yang bersumber dari sungai Cimanuk sangat tinggi.kami kerepotan, ujar direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu Tatang Sutardi SSos MM., melalui Humas Dody Sudrajat SE.MM kepada Radar, Rabu (10/2).

     Dijelaskan Dody,kualitas air baku yang disyaratkan untuk diolah tingkat kekeruhannya harus dibawah 1000 NTU (Nephelometric Tubidity Unit). Air baku yang ada saat ini sudah mencapai diatas 15.000 NTU.Kondisi air baku diatas ambang batas persyaratan tentu tidak bisa dipaksakan untuk di olah.sebab hasilnya tentu tidak layak konsumsi.
    "Kita memang hanya mengandalkan air baku dari sungai Cimanuk. dengan kondisi seperti sekarang ini, kami mohon pengertian kepada para pelanggan terkait kondisi ini,"kata dia. Saat ini, pengolahan air baku PDAM disejumlah titik instalasi mengalami penurunan.Instalasi yang berada diPamayahan,Buyut urang,Lohbeber, Jatibarang dan Kertasmaya produktifitasnya juga menurun.
     Masalah lain yang dihadapi PDAM yakni biaya pengolahan yang membengkak.Pasalnya,banyak material yang terdapat disungai Cimanuk ikut terbawah saat proses pengolahan air baku. "Masyarakat memang sering mengeluh dan bertanya, kenapa dimusim hujan airnya sering mampet.Ya penyebabnya air baku sulit diolah," tandasnya.
     Ditempat terpisah,Kepala Unit Pelayanan PDAM TDA Anjatan, Nurzaman BA menjelaskan,Instalasi Pengolahan Air (IPA) Salam darma mulai menurun dalam mengolah air baku sejak awal musim penghujan.
     Dari hasil pengukuran terakhir, kekeruhan air mencapai 6500 NTU.kondisi itu membuat proses penjernihan memerlukan waktu lama.PDAM pun terpaksa menurunkan  produksi air bersih IPA Salamdarma dari kondisi normal apabilah tingkat kekeruhan air baku berlangsung lama.
     Pasokan air ke 7300 pelanggan dikecamatan Anjatan,Patrol dan Sukra juga mengalami gangguan beberapa bulan belakangan.. "Kami benar benar kewalahan menjernihkan air baku.Air yang diolah juga kuantitasnya juga tidak maksimal,."tuturnya.
     Distribusi kepelanggan yang lokasinya jauh dari instalasi juga terhambat. "Kami mohon maaf atas gangguan ini,," kata dia.
     Menurut dia sungai irigasi yang dijadikan sumber air baku PDAM kondisinya 60 persen lumpur. Dua instalasi penjernihan air difungsikan secara bergantian sembari menunggu lumpur mengendap tidak tercampur air dibak penyimpanan.Meski demikian, Nurzaman memastikan kualitas air PDAM tetap sesuai standar kesehatan. "jangan khawatir,meski agak keruh dijamin air PDAM tetap memenuhi standar kesehatan dari WHO maupun departemen kesehatan.Apalagi setiap bulan kita rutin mengirimkan sampel kedinas kesehatan untuk dicek kualitasnya,"tegas Nurzaman.
Sumber, Radar Cirebon

Related Posts:

Post a Comment