Berbagi Bersama Menjadi Hidup Lebih Bermakna

Perlunya Berhati hati Dalam Berolahraga

   
CT- Scan (Computerized Tomography Scanner)

     Setelah lama gak ngeblog akhirnya kangen juga dengan pengunjung setia saya selain jaringan yang lelet ditempat kerja yang baru juga aktifitas pekerjaan yang bertambah dibandingkan dengan jabatan pekerjaan yang dulu ditambah kondisi tubuh yang kurang fit setelah cidera kepala kemarin
jadi agak males untuk ngebukanya lebih fokus kepekerjaan saja karena bagi saya ngeblog saya gunakan saat saat santai saja baik dirumah atau dikantor, makasih ya buat yang sudah sering berkunjung ke blog saya semoga menjadi manfaat terimakasih juga buat kalian semua yang sudah mensupport terimakasih ..., kepada branch manager alias kepala cabang  yang selalu mensupport saya mungkin saya tidak akan bisa ngebales kebaikannya satu perasatu tapi yakinlah Tuhan akan ngebales semuanya kalau tidak di dunia, akhirat adalah jawaban pastinya.
     Baik kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang perlunya berhati hati dalam berolahraga terutama sepak bola / futsal tulisan ini muncul ketika saya terjatuh dulu saat bermain futsal yang memaksa saya harus membutuhkan perawatan dari seorang dokter spesialis syaraf Dr Ratnasari Liliana S.Sp S , Alhamdulillah semuanya baik baik saja dan hasil CT Scan juga menunjukan tidak ada penggumpalan dara di otak.
     Seiring bertambahnya usia olah raga ini tidak lagi menjadi sebuah prestasi harus berubah haluan untuk tujuan semata mata mencari keringat dan menyegarkan jasmani karena dengan bertambahnya usia kekuatan tubuh dan tulang juga semakin menurun berat badan juga semakin bertambah bahkan lawan lawan kita juga jauh lebih hebat dari kita kalau untuk sekedar olahraga dan cari keringat it s okelah tapi kalau untuk bersaing dan meraih prestasi jangan dah karena terlalu riskan timbulnya cidera yang sangat fatal.
     Olahraga apapun dan dimanapun memang tak lepas dari sebuah resiko terkilir terjatuh dan lain lain bahkan harus berakhir dengan kematian jadi saatnya kita menentukan olahraga yang tepat yang sesuai dengan usia dan kondisi tubuh kita demi kelangsungan dan keselamatan hidup kita kedepan jangan sampai dimasa masa tua kita dirundung cidera lebih lagi kita kehilangan salah satu anggota tubuh kita hanya karena berolahraga yang memaksa untuk dilakukan amputasi.

     Teringat temen kerja satu kantor dulu pak Dirman namanya usianya sekitar 50 tahunan karena mungkin merasa mampu memiliki kekuatan dan masih kuat bersaing dengan anak anak seusia muda pak Dirman tetap bergabung dengan tim sepakbola kantor kami namun nahas saat itu pak Dirman mengalami patah kaki setelah berbenturan dengan penjaga gawang lawan dengan suara gepraak .... dengan jelas dan sedikit menggema didalam stadion yang pada saat itu sepi penonton. Alhamdulillah pak Dirman sekarang sudah sembuh meski dengan kaki sedikit pincang, bukan kami menakut nakuti kalian untuk segera meninggalkan olahraga yang menurut saya keras ini tapi berharap menjadi inspirasi dan pelajaran untuk lebih berhati hati lagi, memang rejeki, pati, blai Tuhan sudah mengaturnya, tapi apa salahnya kita lebih berhati hati sejak sekarang.karena hobby dan keinginan akan selalu melekat didiri kita mungkin sebagian orang bisa untuk melupakannya tapi tidak untuk sebagian lagi apalagi hobby itu bisa menghasilkan pendapatan alias uang.

Related Posts:

Post a Comment