Berbagi Bersama Menjadi Hidup Lebih Bermakna

Review Cozmic CX 1.0 27,5

Narsiss di kebun mangga desa Bangong-Indramayu
     Salam gowes.., 
     Baik, kali ini saya akan sedikit mereview tentang penggunaan Polygon Cozmic CX 1.0 27,5 selama satu bulan ini. Dilihat dari tampangnya sepeda ini terlihat lebih kekar dengan desain frame yang unik, jika dilihat dari samping akan terlihat sedikit ramping saya yakin sebagian besar orang akan memilih sepeda ini
ketimbang seri dibawahnya dalam hal ini budget yang berbicara (ini hanya pendapat pribadi), dengan lingkar ban (rim) yang sedikit lebih besar dari rim 26" saya rasa cocok untuk orang yang mempunyai tinggi badan diatas 170cm, terbukti saya sendiri yang tinggi 172 cukup nyaman dengan sepeda ini untuk handling dan manuver saya rasa tidak jauh berbeda dengan rim 26" untuk akselerasi sepeda ini cukup ringan dan cepat karena memang memiliki diameter roda yang besar jadi masa perputaran (rotasi) juga menjadi besar.,
     Dulu ketika penulis menggunakan Polygon Premier 4.0 dengan rim 26" ukuran frame 16 terasa berat sekali, perjalanan ke Cikawung lewat jalur cikamurang saya selalu berada pada posisi paling belakang tidak bisa mengimbanginya,meskipun usia mereka lebih tua dari saya bahkan kadang mereka harus menunggu saya apabila jarak terpaut lumayan jauh.
     Tapi setelah sebulan ini menggunakan Polygon Cozmic CX 1.0 27,5 banyak sekali perbedaanya mulai dari handling,manuver dan akselerasi kecepatan untuk xc ringan muter muter dilapangan cukup nyaman dengan rebound front suspensi XCM yang bisa dikunci (lock) untuk on road pun ban schwalbe smart sam lumayan ringan mirip maxxis bisa dilipat, sekali sekali memutari empang lele yang berada dibelakang kantor untuk mengetes perpindahan gear yang saya rasa cukup halus meski kombinasi antara deore dan alivio.
     Untuk gowes jarak jauh juga terasa mantap dan nyaman dikendarai dengan trek yang dikombinasi jalan berlubang dan bebatuan dengan jarak 84 km pp lewat jalur sanca -Gantar tembus ke Subang dengan melalui tanjakan yang menurut saya cukup extrim sekitar 40 derajat alhamdulillah mampu dilibasnya bahkan dari awal sampai pulang selalu ada diurutan paling depan, tapi sayang apabila menemui turunan saya tidak berani menggowesnya hanya mengimbangi saja karena saya lihat di speedometer mencapai angka 45 km/jam, bisa dibayangkan apabilah diturunan tetap saya gowes bisa jadi kecepatan mencapai 60km/jam,bahkan lebih.
     Salah satu temen gowes H.Tarudin bilang gile ke saya katanya saya ada kemajuan dengan sepeda barunya, menurut saya inilah perlunya geometri sepeda yang cocok buat kita demi kenyamanan dalam bersepeda bukan dilihat dari mahalnya sebuah sepeda karena sepeda mahal belum tentu juga nyaman.
    O ya, untuk anda yang mempunyai tinggi badan dibawah 170cm bukan berarti tidak cocok tinggal sesuaikan saja ukuran frame'y dan mainkan seatposnya.

Related Posts:

Post a Comment