Berbagi Bersama Menjadi Hidup Lebih Bermakna

Kekuasaan Dan Jabatan Sepenuhnya Milik Allah


 بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

    Tak pernah terlintas dalam diri kita untuk menjadi orang yang bodoh, tak pernah terlintas dalam diri kita untuk menjadi orang yang lemah, tapi kita hanya berpikir untuk menjadi manusia yang sukses, manusia yang hebat , manusia yang selalu dihargai dan dihormati.

    Kita bolah berpikir dan bercita-cita untuk menjadi orang yang selalu dihargai tapi bukan karena pangkat dan kedudukan tapi karena dengan kepribadian kita, jangan takut menjadi manusia yang tidak dihargai hanya karena pangkat dan kedudukan strata ekonomi kita rendah, hanya karena keadaan kita miskin dan lemah, tapi takutlah dengan sebuah penghargaan pada diri kita hanya karena pangkat dan jabatan kita tinggi sesungguhnya penghargaan itu sedikit banyak akan menjadi diri kita sombong dan takabur kita lupa akan adanya pencipta langit dan bumi sehingga kita sering lalai akan kewajiban kita sebagai hambah-Nya karena selalu disibukan dengan pekerjaan jabatan kita.
     Betapapun besar jabatan dan kekuasaan seorang pimpinan, seorang Raja, seorang Presiden yang diberikan oleh Allah bagi-Nya sangat mudah untuk mencabutnya, jadi berhati-hatilah kita dalam melangkah,  berhati-hatilah dalam mengemban amanah menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi dalem pemerintahan abdi negara kalau tidak ingin menjadi perusak negara.
    Jadi berbuat yang terbaik untuk diri kita dan sesama tanpa menciderai segala perintah-Nya, yakin akan ada hasil dari perbuatan kita, kalau tidak didunia akhirat adalah jawaban atas semuanya.
    Sekarang bukan lagi jamanya pamer kekayaan, pamer kedudukan, sekarang saatnya berlomba-lomba untuk kebajikan kanggo sangu ning akherat, karena dunia semakin lama semakin sempit ibarat tali tambang ada ujungnya begitupun dengan dunia yang suatu saat nanti akan mencapai ujungnya yakni kiamat

Related Posts:

Post a Comment